Thursday, February 06, 2014

Make a New Thing

"...At some point, when you can do it, you have to leave home. You can always come back, but you have to leave at least once. Your brain gets too comfortable in your everyday surroundings. You need to make it uncomfortable. You need to spend some time in another land, among people that do things differently than you. Travel makes the world look new, and when the world look new, our brains work harder." taken from book "Steal like an artist by Austin Kleon".

Living this life doesn't mean we only through this life just like water flow in the river. When we got stuck or really bored, the only way to do is 'make' a new thing. We have to go out from our comfort zone for a while and try something unusual and not tangled up in our daily job. It would trigger our brain to recognize very much information and make us being creative.

Just do simple thing differently. Go to the office earlier than before, try a new menu for breakfast, traveling to a new places, or attending seminar with the topic out of our major are a must tried activities for coloring our life.

We can build dynamic life by our own manner because everyone has different habit. The last, by make a new thing in such a way, would prevent brain freeze and stuck of living this life and we will be thankful to God for giving us this beautiful life.




Wednesday, October 23, 2013

from SWA : "Robby Djohan : Tugas CEO Memimpin Orang, Bukan Bisnis"

Karena artikelnya bagus dan sangat bermutu, so saya copas untuk pembaca semua :). mariiii
Peran Chief Executive Officer (CEO) di sebuah perusahaan sangat vital. Sebagai punggawa tertinggi, CEO berpengaruh besar dalam menggerakan roda bisnis. Namun, tidak sedikit dari CEO di Indonesia yang salah menjalankan posisinya sebagai pemimpin. Robby Djohan, mantan CEO Bank Mandiri, Bank Niaga, dan Garuda Indonesia, berpendapat, tugas CEO seharusnya mengelola manusia, bukan bisnis. Berikut nukilan wawancara reporter SWA, Ario Fajar, dengan mantan bankir top itu di kantornya, Graha CIMB Niaga.

Robby Djohan, Mantan CEO Bank Mandiri, Bank Niaga dan Garuda Indonesia
Anda dikenal sebagai pemimpin yang piawai membawa perubahan dan kemajuan perusahaan. Apa strategi yang diterapkan?
Saya tidak mempunyai strategi khusus. Mungkin saya berbeda dengan pemimpin kebanyakan. Hal yang saya lakukan selama saya menjadi pemimpin adalah memimpin orang, bukan memimpin bisnis.
Apa maksud dari pernyataan tersebut?
Selama ini saya menilai, CEO yang ada sekarang hanya fokus pada bisnis, bukan people. Banyak pemimpin yang salah mentafsirkan jabatan dan perannya. Pemimpin yang benar itu 20% mengurusi bisnis, sisanya 80% mengurusi orang. Inilah yang saya lakukan di beberapa perusahaan ketika menjabat sebagai CEO.
Jadi, apa yang harus dilakukan seorang CEO?
CEO harus lebih banyak mencari talent-talent baru dan memberikan kesempatan ketimbang mengurusi bisnis. Urusan bisnis itu bisa dijalankan oleh manajer-manajer. Jika dia turun tangan juga, dia tidak ubahnya dengan seorang manajer. Pemimpin adalah orang mempunyai visi dan misi, dia mencari orang-orang yang tahu dan berkemampuan untuk mengejar visi dan misi itu. Kebanyakan CEO sekarang lebih sibuk menjalankan bisnis, mengejar profit, tapi tidak memberikan kesempatan kepada talent-talent yang bagus untuk berkembang. Ada beberapa CEO yang menjabat sebagai pemimpin bank sekarang adalah orang-orang yang pernah saya beri kesempatan. Dan hasilnya, Anda bisa lihat sendiri.
Apakah Indonesia kekurangan CEO yang Anda maksud?
Kita sangat minim kaderisasi. Indonesia kekurangan CEO-CEO hebat disegala jenis industri. Akhirnya, muncullah aksi bajak-membajak profesional.
Bagaimana seharusnya peran dari organisasi?
Banyak perusahaan menempatkan CEO hanya sebagai businessman, bukan professonal. Hasilnya, perusahaan tidak cukup banyak melahirkan pemimpin yang mahir mencetak pemimpin baru untuk mengelola organisasinya. Bisnis yang sehat bersumber dari kinerja organisasi yang baik. Kinerja organisasi yang baik itu pastinya digerakan oleh orang-orang yang berkualitas. Untuk itu, perlu ada talent management program yang berkesinambungan.
Apakah itu yang Anda lakukan saat menjabat CEO?
Ketika saya menjabat sebagai CEO di beberapa perusahaan, saya sendiri yang mencari orang-orang terbaik. Bahkan tidak ada direktur personalia.
Berarti harus ada intuisi untuk mencari calon pemimpin?
Ya. Prosesnya cukup sederhana. Tidak perlu fit and proper test atau sejenisnya. Hubungan interpersonal, komunikasi, serta track record sudah menjadi pertimbangan saya untuk memberikan kesempatan.
Dari sekian banyak CEO yang menjabat, siapa CEO yang sejalan dengan pemikiran Anda atau menjalankan hal-hal yang pernah Anda jalankan?
Agus Martowardojo, mantan Dirut PT Bank Mandiri Tbk adalah pemimpin yang sangat ideal. Di zamannya, dia mampu menggerakan orang-orang muda untuk memajukan perusahaan. (EVA)

Monday, September 09, 2013

Dan Ketika Cinta itupun Datang

Satu tahapan dalam menjadi manusia kini saya pun memasukinya. Ya, memiliki istri dan berumah tangga. Tepat ditanggal 7 September 2013 adalah momen yang mengantarkan kami sepasang manusia pada fase kehidupan baru sebagai suami istri.

Fase ini adalah fase yang memerlukan keputusan yang besar karena tidak hanya lagi berkaitan dengan diri sendiri akan tetapi orang lain yang kemudian menjadi bagian dari diri. Tidak hanya menyangkut keluarga sendiri namun juga keluarga orang lain. Memasuki fase ini berarti kita sudah siap untuk meredakan ego pribadi, saling memahami dan memikul beban kehidupan diatas tangan bersama.

Segala kekurangan dan kelebihan masing - masing pasangan akan menjadi hal yg saling melengkapi. Tidak untuk dijadikan alasan perpecahan, melainkan menjadi bahan untuk diselesaikan, menambah ilmu kedewasaan dan yang terpenting menjadi lebih mendekatkan diri kepada Pemilik Kehidupan, Allah Azza Wajalla.

Sakinah, Mawaddah, Warahmah adalah satu tujuan yang niscaya dimana harus tertanam pada setiap pasangan rumah tangga. Tujuan yang menghantarkan bukan hanya kebahagiaan didunia, melainkan kebahagiaan yang hakiki, Syurga. Saya sadar bahwa tujuan ini bukan hanya menjadi ucapan dan doa ketika bersalaman kepada pengantin dipelaminan, melainkan harus menjadi landasan hidup selanjutnya. Dengan agama yang telah utuh, maka diri ini harus lebih kuat dalam menanam kebaikan dimanapn berada, bukan sebaliknya.

Kini istri yang sholihah telah berada disamping sang suami yang terus belajar dan berupaya menjadi lebih baik. Bersamanya, kami akan jalankan kapal kehidupan ini sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah sebagai panduannya. Bersamanya, kami akan menikmati setiap detik kehidupan ini agar lebih bermakna. Waktu kami hidup tidak banyak. Kami tidak pernah tahu, kapan Allah Sang Pemilik Kehidupan ini akan memanggil kami. 

Akhirnya, kami berharap do'a Sakinah, Mawaddah dan Warahmah yang terucap dari setiap orang yang mendoakan, dapat diijabah oleh Allah swt dan juga kami berharap agar Allah Swt mengizinkan kami untuk memiliki putra dan putri yang sholih dan sholihah sebagai penerus kebaikan orang tuanya. 

Rabb, Hanya Kepada Mu Hamba bersyukur atas semua karunia yang telah Engkau berikan, dan Hanya kepada Mu tempat bagi hamba memohon pertolongan.

Kami yang berbahagia,
Zaenal Abidin dan Prima Nuzulul Deviantie