Friday, March 23, 2012

Number One For Me

Lagu yang dipopulerkannya selalu menggugah, Yap itulah Maher Zain. Subhanallah yang memberikan kekuatan kepadanya untuk menghasilkan karya yang sangat menginspirasi. Number One For Me, lagu terbarunya yang membuat saya memutar berkali-kali dalam sehari. Mengisahkan tentang cerminan perlakuan kita sedari masa kecil hingga dewasa terhadap ibu kita. Masa kecil yang tanpa kita sadari selalu menyusahkan dan membuat kesal ibu. Tapi dengan sabar dan penuh pengertian dia mendidik dan mengajarkan kita arti kehidupan ini. Mengajarkan kita mengenal Nya, mengajarkan kita untuk mencintai Rasul Nya dan banyak hal yang tak ternilai yang kita terima dari nya. Tidak akan pernah sanggup diri ini untuk membalas apa yang telah dilakukannya pada kita. Sedari kita mau lahir ke dunia ini, nyawa sudah dipertaruhkannya. Cintanya begitu tulus tanpa pernah terpikirkan untuk meminta balas jasa.

Wednesday, January 18, 2012

Kalo Baik, Pede Aja Lagi !

(Ilustrasi)
Ya, satu hal memang paradigma yang harus diubah manakala hidup dalam zaman yang serba hedonis ini. Tanpa disadari trend kebaikan menjadi aneh dilakukan dari pada hal-hal yang kurang bermanfaat.
Ketika seorang yang bukan perokok berada dalam lingkungan dimana orang - orang disana merokok, maka akan terasa aneh jika tidak mengikuti trend nya. Apalagi ketika berada dilingkungan ketika show up di hadapan bos lebih berharga dari pada show up di hadapan Allah swt.
Aneh memang, ketakutan pada pengakuan manusia lebih berarti daripada pengakuan dan kecintaan Allah swt. Ini membudaya terutama dikalangan pekerja kantoran dimana performance sangat diutamakan. Sebagai seorang yang minoritas dalam trend kebaikan, kepercayaan diri yang tinggi sangat diperlukan karena apa yang menjadi sebuah ketakutan ?. Perlu menjadi pemahaman adalah bahwa tugas utama kita didunia ini hanyalah dua, yakni untuk beribadah (QS. 57:72) dan untuk menjadi khalifah (QS. 2:30). Sehingga dengan pedoman tadi kita bisa menjadi pioner dalam segala bentuk kebaikan.

Tuesday, December 20, 2011

Hidup itu Anugerah


Tepat 3 hari menjelang berakhirnya diklat BJB, semakin banyak inspirasi yang dapat diambil. Malam ini di acara siraman rohani ada yang berbeda dari biasanya. Oleh kang gozel (nama sapaan trainernya) kita disuruh untuk membuat surat yang ditujukan kepada diri kita sendiri. Surat itu berisi tentang janji kita untuk membuang dan menghilangkan kebiasaan buruk kita dan mengubahnya menjadi lebih baik. Surat itu dibuat dengan sejujur-jujurnya atas apa yang pernah kita rasakan. Akhir surat ditutup dengan ucapan terimakasih kepada orang tua dan orang - orang yang kita sayang.
Sesi selanjutnya, kita diperlihatkan video tentang perilaku anak remaja hingga ia menginjak dewasa. Sebuah perilaku yang mungkin sudah menjadi hal yang umum terjadi. Kenalan remaja yang dianggap biasa oleh pada remaja pada umumnya. Ia lupa akan kesungguhan orang tua dalam mengurusnya. Bahkan terkadang hal sepele semisal menyapu atau sekedar mencuci baju sendiri pun enggan dilakukannya. Malah ia asyik bermain - main dengan gagdet nya.
Berselang 30 menit kemudian kami ditanya siapakah yang ayahnya sudah tiada ? Atau ibu nya sudah tiada ? Kemudian ada yang maju kedepan dan share disana.