Kadang memang pembicaraan yang tidak disengaja membawa efek yang luar biasa. Baru pulang ngantor, seperti biasa cari makan malem. Kali ini nyobain cafe "Ngopi Doeloe" yang lumayan terkenal di Bandung. Menu nya siy lumayan enak cuman harganya ya sesuai lah (hihi). Sambil makan bareng sama temen, awalnya ngobrol biasa masalah kantor, ngomongin kerjaan, hal - hal yang aneh di kantor, gimana orang yang gak ada puasnya kerja di tempat orang lah (ngritik mulu, hehe), lama - lama ngobrolin hal yang lumayan serius.
Planning yang bejubel yang musti dibuatin list biar gak lupa. Dari rencana nerbitin buku sampai bikin web aplikasi untuk online marketing. Wah, gak nyangka banyak ide bermunculan malem ini. Cuman ya memang siy ngebayangin itu gampang, enak pula. Pas ngelaksanainnya butuh kerja keras terutama ngalahin rasa males.
Makannya langkah awalnya minimalnya ide yang udah dikerluarkan ditulis juga biar gak lupa. Sebaiknya bikin list khusus yang nampung ide-ide yang udah mengalir.
Jadi inget film "The Bucket List" yang dibintangin Morgan Freeman dan Jack Nicholson. Ceritanya tentang dua orang yang sudah divonis kanker dan "jatah" hidupnya sisa sedikit lagi. Hal itu justru gak bikin mereka kehilangan semangat. Malah mereka seolah menemukan jati diri yang selama ini mereka cari. Mereka nemuin "ini loh gue" yang nganterin mereka mewujudkan apa yang menjadi keinginan masing - masing. Mereka membuat semacam list keinginan dan mereka namain Bucket List. Emang keren siy film nya, sangat inspiratif. Nonton deh kalo yang belum. Aku aja masih nyimpen di hardisk laptop sampe sekarang hehe.
Nah dari situ, pengen niru nih, bikin list apa saja ide dan keinginan yang pengen diraih dalam hidup ini. Ya tapi bukan hanya di catet doang, harus ada ikhtiar yang kuat untuk mewujudkan. Minimalnya kita jadi terarah dalam ngejalanin hidup. Ada tergetan hidup lah, habis ini ngerjain apa habis itu ngerjain yang mana. Gak ada waktu nganggur istilahnya mah. Yo wes, sekarang saatnya Action, Not Only Talk. Bikin yuk, list apa yang kita mau.
Wednesday, April 04, 2012
Friday, March 23, 2012
Number One For Me
Lagu yang dipopulerkannya selalu menggugah, Yap itulah Maher Zain. Subhanallah yang memberikan kekuatan kepadanya untuk menghasilkan karya yang sangat menginspirasi. Number One For Me, lagu terbarunya yang membuat saya memutar berkali-kali dalam sehari. Mengisahkan tentang cerminan perlakuan kita sedari masa kecil hingga dewasa terhadap ibu kita. Masa kecil yang tanpa kita sadari selalu menyusahkan dan membuat kesal ibu. Tapi dengan sabar dan penuh pengertian dia mendidik dan mengajarkan kita arti kehidupan ini. Mengajarkan kita mengenal Nya, mengajarkan kita untuk mencintai Rasul Nya dan banyak hal yang tak ternilai yang kita terima dari nya. Tidak akan pernah sanggup diri ini untuk membalas apa yang telah dilakukannya pada kita. Sedari kita mau lahir ke dunia ini, nyawa sudah dipertaruhkannya. Cintanya begitu tulus tanpa pernah terpikirkan untuk meminta balas jasa.
Wednesday, January 18, 2012
Kalo Baik, Pede Aja Lagi !
![]() |
| (Ilustrasi) |
Ketika seorang yang bukan perokok berada dalam lingkungan dimana orang - orang disana merokok, maka akan terasa aneh jika tidak mengikuti trend nya. Apalagi ketika berada dilingkungan ketika show up di hadapan bos lebih berharga dari pada show up di hadapan Allah swt.
Aneh memang, ketakutan pada pengakuan manusia lebih berarti daripada pengakuan dan kecintaan Allah swt. Ini membudaya terutama dikalangan pekerja kantoran dimana performance sangat diutamakan. Sebagai seorang yang minoritas dalam trend kebaikan, kepercayaan diri yang tinggi sangat diperlukan karena apa yang menjadi sebuah ketakutan ?. Perlu menjadi pemahaman adalah bahwa tugas utama kita didunia ini hanyalah dua, yakni untuk beribadah (QS. 57:72) dan untuk menjadi khalifah (QS. 2:30). Sehingga dengan pedoman tadi kita bisa menjadi pioner dalam segala bentuk kebaikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
